Rabu, 13 Agustus 2014

01.55 - No comments

Hari Bahagia di Bulan yang Bahagia



 Bulan ini bulan yang sangat membahagiakan bagi banyak orang gimana tidak akhir bulan kemarin Hari Raya Idul Fitri dimana kita dengan adatnya bermudik-mudik ria untuk menyambut Hari kemenangan di Tahun ini,Ya 28 Juli 2014 hari Raya Idul Fitri dan di hari itu kita seluruh umat muslim yang ada di Dunia sangat bahagia karna bisa mencapai puncak di hari kemenangan umat Islam itu, dan bisa berkumpul dengan Keluarga Sanak Sodara
 
Keluarga Besar Harjo Dimejo
Yah di hari berikutnya tepatnya tanggal 31 Juli 2014 teman kecilku sudah naik ke Pelaminan begitu bahagianya saya bisa hadir dalam acara resepsi di hari itu, sore berganti malam yah malam ini saya berada di Jimbung tepatnya di Rumah Makan Pak Wiji untuk Gladiresik acara Halal Bi Halal Keluarga Besar KKPSS ( Komunitas Klaten Perantauan Saling Sapa ) dan malampun berganti pagi sang Fajar menyingsing dari Timur hari ini 1 Agustus 2014 beda dengan hari sebelumnya dimana aku akan bangun bila waktu sudah menunjukan pukul 09.00 tidak untuk pagi ini, saya sudah bangun dari pukul 06.00 dan langsung membereskan badan dan siap-siap untuk menjadi Panitia di Halal Bi Halal KKPSS. Yah hari ini begitu bahagia bisa berkumpul dengan 300-400 Keluarga besar KKPSS dari segala penjuru daerah salam kompak selalu ya semuaa....
Siti Alias Sebloh
Dan hari berlanjut malam berganti hari pagi hari ini 2 Agustus 2014 adalah hari Pernikahan teman sekolah TK ku Namanya Hery dan Tika, dia seperti sodaraku sendiri dan kami akan datang ke Resepsi pernikahanya bareng-bareng dengan Keluarga Besar JTS atau JTFC kami datang dan ikut merasakan kebahagiaan itu semua terasa indah dan Damai. Selamat menempuh Hidup baru semoga menjadi keluarga yang Sakinah Mawadah Warohmah amin amin.

Aku Heri Tika Bakrun
Pagi datang kembali, yah hari ini hari yang paling bikin aku deg-deg’an, gimana tidak? Hari ini 3 Agustus 2014 dimana masku bisa di bilang pacarku akan membawa rombongan Keluarga dan Sodaranya untuk datang ke rumah dan akan minta kepada orang tua ku untuk meminangku bisa di bilang juga dengan tengeran atau tunangan, Yah Pukul 13.00 rombongan datang dan aku hanya ngumpet di dapur karna aku takut aku Grogi banget  karna hari ini pertama kalinya aku bertemu dengan keluarga besarnya. tapi
Aku bahagia aku haru aku deg-deg’an dan yang pasti aku Bersyukur dan Alhamdulilah banget karna terlah di pertemukan dengan Pria yang sangat mencintaiku, Terimakasih ya Allah ku atas semua ini dan semoga bisa dipermudah untuk menuju Pelaminan dan semoga selalu di Berkahi di setiap langkah kami , amin amin  Lafhyu My Boy Muhammad Bakrun.
:*
Keluarga Omah Lor :)
 Semoga Engkau senantiasa Memberkahi dan Meridhoi kami Ya Allah
#Muhammad Bakrun #Senja Titis Mabella #071012 #030814 #230715 ( Insya Allah )

Selasa, 12 Agustus 2014

21.01 - 1 comment

Mahar atau Mas Kawin menurut Alquran dan Alhadits




Mahar atau Mas Kawin menurut Alquran dan Alhadits - Mahar merupakan sesuatu yang diberikan suami kepada isteri berupa harta atau bentuk lainnya sebagai salah satu syarat dalam pernikahan. Mahar atau disebut juga dengan mas kawin diterangkan di dalam Alquran.
“Dan berikanlah mahar (mas kawin) kepada perempuan yang kamu nikahi sebagai pemberian yang penuh kerelaan.” (QS. An-Nisaa’: 4)

Pengertian Mahar dalam Islam

Mahar (mas kawin) merupakan hak seorang wanita yang harus dipenuhi oleh lelaki yang akan menikahinya. Mahar menjadi hak milik seorang isteri dan tidak boleh siapapun mengambilnya, entah ayahnya atau pihak lainnya, kecuali bila isteri ridha memberikan mahar tersebut kepada siapa yang memintanya.

Di dalam meminta mahar kepada calon suami, seorang calon isteri tidak boleh menuntut sesuatu yang besar nilainya atau yang memberatkan beban calon suaminya. Dianjurkan kepada calon isteri untuk meminta mahar yang meringankan beban calon suaminya. Dalam ajaran Islam, wanita supaya meminta mahar yang bisa memudahkan dalam proses akad nikah.

Mahar atau Mas Kawin menurut Alquran dan Alhadits

 

Akan tetapi bila calon suami memang 'terbilang mapan' dari sisi ekonomi, tentunya tidak mempermasalahkan tuntutan mahar dari calon istrinya. Bila seorang calon istri menjumpai calon suami seperti itu (mapan), akan merasa leluasa meminta mahar dalam bentuk harta dengan nilai nominal tertentu baik berupa uang tunai, emas, tanah, rumah, kendaraan atau benda berharga lainnya.

Pada umumnya dan jamak terjadi dalam setiap prosesi akad nikah, bentuk mahar berupa mushaf alquran serta seperangkat alat shalat.

Beberapa hadits tentang Mahar

  • Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Di antara kebaikan wanita adalah mudah meminangnya, mudah maharnya dan mudah rahimnya.” ‘Urwah berkata, “Yaitu mudah rahimnya untuk melahirkan.” (HR. Ahmad)
  • ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallaahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sebaik-baik pernikahan ialah yang paling mudah.’” (HR. Abu Daud)
  • Seandainya seseorang tidak memiliki sesuatu untuk membayar mahar, maka ia boleh membayar mahar dengan mengajarkan ayat Al-Qur’an yang dihafalnya. (HR. Bukhari & Muslim)
 # Oke ladys gimana menurut kalian? dan apa rencana maskawin di pernikahanmu ?
Kalo aku sih rencana mintanya tanggal bulan tahun di pernikahanku nanti  
Insya Allah tanggal 23 Juli 2015 mungkin bisa jadi Rp. 2.307.015 hahahaa semoga bisa keturutan nantinyaa amin.. #ngarepbingit