Rabu, 26 April 2017

05.41 - No comments

Njelimetnya Undangan



Hahahahaaa, bingung lama sekali ngak nulis-nulis lagi di sini, yah singkat cerita tentang mencari percetakan undangan untuk pernikahan ku yang Insya Allah mau di langsungkan nanti setelah lebaran.
Oke ceritanya begini setelah ngobrol dengan bpak dan ibu di rumah akhirnya keputusan membuat undangan di Jakarta saja karna menurut mas undangan di Klaten dan di Jakarta murah di Jakarta, well jadi begini karna senin kemarin tanggal merah akhirnya aku dan mas memutuskan untuk survey ke Kebayoran lama karna kata si mas disana banyak percetakan undangan dengan harga miring dan si mas sering beli disana untuk bosnya dulu, perjalanan dimulai dan taraa apa yang terjadi…. Yaaaa maced lahh jalan ciledug kapan sih ngak macet hahahahaaa…. Perjalanan kurang lebih 1 jam 30 menit dan sampai disana toret toretttt tutup semua karna tanggal merah, okelah tidak apa-apa mungkin memang ini Ujian ^_^, dan balik kananlah aku dan si mas mungkin besok atau lusa kita balik lagi untuk surveynya, setelah ngobrol-ngobrol baliklah kita tadi pagi Rabu 26 April 2017 dan perjalanan di mulai lagi tidak terlalu macet karna kita berangkat pagi sekitar pukul 09.00 dan perjalanan 1 jam saja, sampailah di Daerah Kebayoran dan tidak sungkan lagi mas langsung masuk ke Percetakan Kemenangan karna memang inilah percetakan paling gede disana,
Beginilah penampakan percetakanya.

 
Toko Kertas dan Percetakan KEMENANGAN Jl. Baru, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan Telp. (021) 7205524, 7268922-3

Setelah masuk di suguhilah model-model undangan ratusan mau yang harga 1000 sampai yang 25.000 / pcs nya hahahaaa…stelah milih-memilih naksirlah aku dengan undangan warna biru ini tapi apalah daya budget tidak masuk karna untuk undangan ini per pcsnya dikenakan harga 2.500 minimal cetak 1000 undangan hihihi,, pupus sudah harapanku. 
 
Tanpak Belakang

Tampak Depan


 Oke kita kembali milih-memilih akhirnya nemuu juga yang lumayan keren dengan harga sesuai budget yaitu 2.000/pcsnya dan karna kita nyetaknya 1.000 pcs aku dan si mas mencoba menawar dengan penuh perjuangan cie ileeh perjuangan …. Dan di Enciknya langsung kasih harga 1.750 / pcs nya , sebenernya pengenya sih yang 1.500 saja toh karna dari awal pengen undangan yang sederhana karna memang budget terbatas dan undangan mungkin hanya 1 x baca lalu pada di buang jugakan jadi tidak usah mewah-mewahlah yah,
tidak buang buang waktu dan waktu juga sudah mulai siang tadi langsung kita Dp 1 juta rupiah karna memang minimal DP 50% ya sudahlah biar nanti pelunasan sedikit rada enteng, berikut rincianya
Undangan 1.750/pcs x 1.000 = 1.750.000 Dp 1.000.000 jadi besok tinggal ngelunasin 750.000 lagi… semangat

Begini penampakan undanganya… ^_^ lucu takk? Ahh bilang lucu aja ya biar kita seneng hahahaaaalahhalaahh .

Tampak Belakang



Belakang di Buka

Isi



Tampak Depan



Oke sekian cerita kita tentang pencarian Undangan yang sedikit rempong ini.
Minta doanya semoga lancer sampai hari H nanti.
Terima kasih
Salam
Titis

Jumat, 24 Februari 2017

23.25 - No comments

Bertemu Dia Bertemu di Boyolali



Selamat siang kawan apa kabarnya? Semoga selalu dalam keadaan Sehat amin.
Lama banget rasanya ngak coret-coret disini lagi, setelah beberapa bulan atau tahun belom sempet coret-coret dan akhirnya siang ini aku akan kembali dengan coret-coretan yang sebetulnya tidak terlalu penting ini hahahaaa..

Okey guys, setelah terakhir posting Oktober 2015 tentang kegalau-galauan paska putus dari drama percintaan dan akhirnya aku kembali menemukan sosok pria yang bisa menaklukkan hatiku :D.

Setelah Menjomlo kurang lebih 1 tahunan atau bahkan lebih setelah putus dari mr.x aku melanjutkan hidupku seperti biasanya ini bukan berarti dalam 1 tahun ngak punya temen deket lhoo ini cukup banyak temen deket hanya saja tidak menjadi pacar gitulah istilahnya.

Oke singkat cerita dari awal merantau ke jakarta tahun 2007 sampai tahun 2017 ini bisa dikatakan 10 tahun merantau aku baru pertama kali mudik dengan menggunakan sepeda motor itu juga banyak yang meragukan karna pada dasarnya belom pernah ridding #cie ileh ridding padahal mah jadi Boncengers# Iya maksutnya belom pernah naik motor sejauh Jakarta-Klaten, all hasil setelah di kompor-komporin mbendol akhirnya aku memutuskan untuk ikut mudik naik motor di tahun 2016 kemarin itu, ternyata apa yang dirasakan selama di perjalanan ? yaaaaahh banyaklah ya.. Seneng sedih pegel ngantuk jadi satu di aduk aduk campur jadi satu untuk cerita mudik nanti aku ceritain di postingan selanjutnya.

Oke fokus cerita tentang si Dia ini,
Dia ini orang mana tau yang aku temuin di salah satu Pom Bensin di daerah Boyolali karna setelah mudik 14 hari di Klaten akupun memutuskan untuk ikut balik ke Jakarta naik motor lagi, Karna kami kembali ke jkt dengan menggunakan 2 motor dan 3 orang ( aku, Mbendoel ( Scoorpio ) & Mbendot ( Rx King)  ) Karna kebiasaan Rx King kalau ketemu dengan Sedulur Rx King dia bakal main blayer atau juga nyamperin untuk sekedar nanya atau ngajak bareng dan inilah yang kami alami di Sudut Pom Bensin itu, tiba-tiba setelah kita isi bahan bakar Datanglah si Masmas dengan Bapak-Bapak dan dengan basa basi ngobrollah mereka ( Mas itu, Mbendoel & Mbendot ) yah selayaknya orang ngobrol nanya ini onoh ini onohh...dan sebenernya aku sedikit sinis kala itu masalahnya biasanya kalo udah ketemu sama sama motor begitu bakal kebut-kebutan dan susah di ajak istirahat, dan bener saja masnya itu pengen bareng dengan kami untuk menuju perjalanan ke Ibu Kota, dengan nada lirih aku bisik-bisik ke Mbendot supaya bilang ke masnya itu, boleh aja bareng tapi kalo pas rehat ya harus rehat karna bawa Ibu hamil bisiku begitu,, dengan muka polos Mbendot ngomong ke masnya itu... #Bareng yow rapopo bro tapi alon-alon nek rehat yow rehat sik bro soale iki ngowo wong meteng enom#  wkkwkwkwkwkw ngakak bukan kepalang waktu si mbendot ngomong sama masnya itu, tapi tenang mukaku tertutup rapat dengan masker dan kaca mata lebar lengkap dengan helm jadi aman ngak kelihatan sedikitpun mukaku.

Singkat cerita istirahatlah kami di Alun-Alun batang karna sebelom alun-alun mbendot sudah ngegas lebih dulu akhirnya kita Cuma berempat saja di alun-alun batang ( aku, Mbendoel, Masnya dan Bapak-bapak itu) karna aku kelaperan dan aku langsung saja pesen makan tanpa ngobrol dengan masnya itu. Singkat cerita next istirahat di Sebuah masjid besar lupa didaerah mana dan karna udah ngantuk parah turun dari motor aku langsung molor tanpa perduli kanan kiri 1 jam berlalu dan akhirnya kami siap kembali melintasi pantura yang jahat itu, dengan keadaan yang sama tanpa ngobrol sedikitpun dengan mas itu.

Next istirahat kira-kira pukul 08.00 pagi istirahat di masjid yang sudah tidak dipakai lagi, karna kondisi darurat ke toliet dengan 1 botol aqua dan kembali molor, tanpa di sadari katanya masnya itu duduk di sebelahku sambil ngeteh * katanya lho yaa karna aku dalam posisi tidur tidak sadarkan diri hahahaa, dalam keadaan yang sama dengan istirahat sebelumnya tanpa ngobrol sedikitpun.

Dan the next Istirahat lagi di Pom bensin karawang, huaaaaaah dengan keadaan Ngantuk kusut dan kumel disitulah baru aku mulai ngobrol dengan menawarkan jajanan ke masnya itu * Spik-spik karna memang dia duduk di depanku ...

Dan the next istirahat di Pom bensin bekasi, rasanya pengen tepat aja di lantai karna hari semakin siang dan semakin panas dan ngantuk semakin tidak bisa dibendung, ngobrol di teras pom bensin sekitar 20 menit karna mbendot harus isi oli samping dan oli samping ini hasil minta masnya itu karna mbendot kehabisan stock  dan Pom bensin bekasi ini terakhir kita istirahat sebelom kita kembali ke rumah masing-masing dan akhirnya kami berpisah di sekitar daerah Karet masnya ambil kekiri arah ke slipi dan aku bersama mbendol lurus kearah tanah abang... tanpa bicara hanya satu dua patah kata yang ada.

The end begitu kira-kira pertemuan ku dengan masnya di sepanjang jalur Boyolali-Semarang- Pantura-Jakarta.
Belum ada rasa hanya berawal dari satu dua patah kata......


Jalur Pantura
23 Juli 2016